Minggu, 03 Mei 2020

LAPORAN PRAKTIKUM PEMERIKSAAN BORAKS PADA TAHU


MATA KULIAH      : PMM A
DOSEN                      : KHIKI PURNAWATI KASI, SST,M.Kes
 

LAPORAN PRAKTIKUM PEMERIKSAAN BORAKS PADA MAKANAN TAHU




OLEH:
RASDIYANAH AR
PO714221181.038

POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
TAHUN 2020


 A.   DASAR TEORI

Boraks adalah campuran garam mineral konsentrasi tinggi yang dipakai dalam pembuatan beberapa makanan tradisional, seperti karak dan gendar. Nama senyawanya adalah natrium biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat (Na2(B4O5(OH)4)8H2O). Bleng adalah bentuk tidak murni dari boraks, sementara asam borat murni yang diproduksi oleh indutri farmasi lebih dikenal dengan nama boraks.

Dalam bentuk tidak murni, sebenarnya boraks sudah diproduksi sejak tahun 1700 di Indonesia, dalam bentuk air bleng. Bleng biasanya dihasilkan dari ladang garam atau kawah lumpur. Pemerintah pernah memperbolehkan penggunaan boraks sebagai bahan makanan, namun dibatasi sejak 5 Juli 1959, batasnya hanya 1 gram per 1 kilogram, bila lebih, itu ilegal atau menyalahi aturan.

Ciri boraks adalah serbuk kristal putih, tidak berbau, larut dalam air, tidak larut dalam alkohol, PH nya adalah 9,5. Dalam dunia industri, boraks menjadi bahan solder, bahan pembersih, bahan pengawet kayu, antiseptik kayu, dan pengontrol kecoak. Daya pengawet yang kuat dari boraks berasal dari kandungan asam borat di dalamnya.

Asam borat sering digunakan dalam dunia pengobatan dan kosmetika. Misalnya, larutan asam borat dalam air digunakan sebagai obat cuci mata dan dikenal sebagai boorwater. Asam borat juga digunakan sebagai obat kumur, semprot hidung, dan salep luka kecil. Namun, bahan ini tidak boleh diminum atau digunakan pada luka luas, karena beracun ketika terserap masuk dalam tubuh.

Boraks maupun bleng tidak aman untuk dikonsumsi sebagai makanan dalam dosis berlebihan. Mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks memang tidak serta berakibat buruk terhadap kesehatan, tetapi boraks akan menumpuk sedikit demi sedikit karena diserap dalam tubuh konsumen secara kumulatif. Seringnya mengkonsumsi makanan berboraks akan menyebabkan gangguan otak, hati, dan ginjal. Dalam jumlah banyak, boraks menyebabkan demam, apatis, sianosis, tekanan darah turun, anurina (tidak terbentuknya urin), kerusakan ginjal, pingsan, hingga kematian.

      B. TUJUAN
   Untuk mengetahui kandungan boraks pada makanan Tahu

      C. ALAT DAN BAHAN
1.      Tusuk Gigi/Stik bambu
2.      Tahu (belum diolah)
3.      Rimpang kunyit
4.      Piring/mangkok sebagai wadah

      D. PROSEDUR KERJA
1.      Stik Bambu di tusuk ke rimpang kunyit
2.      Kemudian di tusukkan ke Tahu yang belum diolah
3.   Amati perubahan warna pada ujung stik yang sudah ditusuk ke kunyit, jika berwarna kuning sampai orange kemerahan berarti positif mengandung boraks

      E.  HASIL
Dari hasil praktikum pemeriksaan boraks pada makanan tahu yang saya lakukan tidak mengandung boraks.

      F. ANALISA HASIL

Pada hasil praktikum pemeriksaan boraks pada makanan tahu yang diperiksa tidak mengandung boraks, karena tidak ada perubahan warna yang termasuk kedalam indikator perubahan warna pada makanan yang mengandung boraks. Karena jika mengandung boraks, ia akan berubah warna menjadi kuning kemerahan.

            Ciri-ciri makanan yang mengandung boraks bertekstur sangat kenyal, tidak mudah hancur atau sangat renyah, berwarna sangat mencolok dari aslinya, beraoma menyengat yang mencurigakan, bahkan binatang seperti lalat pun enggan untuk menempel, tidak rusak atau busuk meski sudah disimpan lebih dari tiga hari disuhu ruang.

      G.  KESIMPULAN

               Boraks adalah campuran garam mineral konsentrasi tinggi yang dipakai dalam pembuatan beberapa makanan tradisional, seperti karak dan gendar, dan lain lain. Ekstrak kunyit dapat digunakan sebagai pendeteksi boraks karena ekstrak kunyit tersebut mengandung senyawa kurkumin yang dapat mendeteksi adanya boraks pada makanan. Berdasarkan hasil percobaan jenis makanan yang mengandung boraks adalah kerupuk gendar, kerupuk tempe, sosis siap makan daling, kerupuk ikan shs, mie basah pasar, dan bleng. Bila konsumen  terus menerus memakan makanan yang mengandung boraks, maka akan menyebabkan gangguan kesehatan yang berakibat buruk bagi metabolisme manusia.

DAFTAR PUSTAKA

LAPORAN PRAKTIKUM PEMERIKSAAN BORAKS PADA TAHU

MATA KULIAH      : PMM A DOSEN                      : KHIKI PURNAWATI KASI, SST,M.Kes   LAPORAN PRAKTIKUM PEMERIKSAAN B...