MATA
KULIAH : PMM A
LAPORAN
PRAKTIKUM PEMERIKSAAN BORAKS PADA MAKANAN TAHU

OLEH:
RASDIYANAH
AR
PO714221181.038
POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
TAHUN 2020
A. DASAR
TEORI
Boraks adalah campuran garam mineral konsentrasi tinggi yang
dipakai dalam pembuatan beberapa makanan tradisional, seperti karak dan gendar.
Nama senyawanya adalah natrium biborat, natrium
piroborat, natrium tetraborat (Na2(B4O5(OH)4)8H2O).
Bleng adalah bentuk tidak murni dari boraks, sementara asam borat murni yang
diproduksi oleh indutri farmasi lebih dikenal dengan nama boraks.
Dalam bentuk tidak murni, sebenarnya boraks sudah diproduksi sejak
tahun 1700 di Indonesia, dalam bentuk air bleng. Bleng biasanya dihasilkan dari
ladang garam atau kawah lumpur. Pemerintah pernah memperbolehkan penggunaan
boraks sebagai bahan makanan, namun dibatasi sejak 5 Juli 1959, batasnya hanya
1 gram per 1 kilogram, bila lebih, itu ilegal atau menyalahi aturan.
Ciri boraks adalah serbuk kristal putih, tidak berbau, larut dalam
air, tidak larut dalam alkohol, PH nya adalah 9,5. Dalam dunia industri, boraks
menjadi bahan solder, bahan pembersih, bahan pengawet kayu, antiseptik kayu,
dan pengontrol kecoak. Daya pengawet yang kuat dari boraks berasal dari
kandungan asam borat di dalamnya.
Asam borat sering digunakan dalam dunia pengobatan dan kosmetika.
Misalnya, larutan asam borat dalam air digunakan sebagai obat cuci mata dan
dikenal sebagai boorwater. Asam borat juga digunakan sebagai obat kumur,
semprot hidung, dan salep luka kecil. Namun, bahan ini tidak boleh diminum atau
digunakan pada luka luas, karena beracun ketika terserap masuk dalam tubuh.
Boraks maupun bleng tidak aman untuk dikonsumsi sebagai makanan
dalam dosis berlebihan. Mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks memang
tidak serta berakibat buruk terhadap kesehatan, tetapi boraks akan menumpuk
sedikit demi sedikit karena diserap dalam tubuh konsumen secara kumulatif.
Seringnya mengkonsumsi makanan berboraks akan menyebabkan gangguan otak, hati,
dan ginjal. Dalam jumlah banyak, boraks menyebabkan demam, apatis, sianosis,
tekanan darah turun, anurina (tidak terbentuknya urin), kerusakan ginjal,
pingsan, hingga kematian.
B. TUJUAN
Untuk mengetahui
kandungan boraks pada makanan Tahu
C. ALAT
DAN BAHAN
1. Tusuk
Gigi/Stik bambu
2. Tahu
(belum diolah)
3. Rimpang
kunyit
4. Piring/mangkok
sebagai wadah
D. PROSEDUR KERJA
1. Stik
Bambu di tusuk ke rimpang kunyit
2. Kemudian
di tusukkan ke Tahu yang belum diolah
3. Amati
perubahan warna pada ujung stik yang sudah ditusuk ke kunyit, jika berwarna
kuning sampai orange kemerahan berarti positif mengandung boraks
E. HASIL
Dari hasil praktikum pemeriksaan boraks pada
makanan tahu yang saya lakukan tidak mengandung boraks.
F. ANALISA HASIL
Pada hasil praktikum pemeriksaan boraks pada
makanan tahu yang diperiksa tidak mengandung boraks, karena tidak ada perubahan
warna yang termasuk kedalam indikator perubahan warna pada makanan yang
mengandung boraks. Karena jika mengandung boraks, ia akan berubah warna menjadi
kuning kemerahan.
Ciri-ciri
makanan yang mengandung boraks bertekstur sangat kenyal, tidak mudah hancur
atau sangat renyah, berwarna sangat mencolok dari aslinya, beraoma menyengat
yang mencurigakan, bahkan binatang seperti lalat pun enggan untuk menempel,
tidak rusak atau busuk meski sudah disimpan lebih dari tiga hari disuhu ruang.
G. KESIMPULAN
Boraks adalah campuran garam mineral konsentrasi tinggi yang dipakai dalam pembuatan beberapa makanan tradisional, seperti karak dan gendar, dan lain lain. Ekstrak kunyit dapat digunakan sebagai pendeteksi boraks karena ekstrak kunyit tersebut mengandung senyawa kurkumin yang dapat mendeteksi adanya boraks pada makanan. Berdasarkan hasil percobaan jenis makanan yang mengandung boraks adalah kerupuk gendar, kerupuk tempe, sosis siap makan daling, kerupuk ikan shs, mie basah pasar, dan bleng. Bila konsumen terus menerus memakan makanan yang mengandung boraks, maka akan menyebabkan gangguan kesehatan yang berakibat buruk bagi metabolisme manusia.
Boraks adalah campuran garam mineral konsentrasi tinggi yang dipakai dalam pembuatan beberapa makanan tradisional, seperti karak dan gendar, dan lain lain. Ekstrak kunyit dapat digunakan sebagai pendeteksi boraks karena ekstrak kunyit tersebut mengandung senyawa kurkumin yang dapat mendeteksi adanya boraks pada makanan. Berdasarkan hasil percobaan jenis makanan yang mengandung boraks adalah kerupuk gendar, kerupuk tempe, sosis siap makan daling, kerupuk ikan shs, mie basah pasar, dan bleng. Bila konsumen terus menerus memakan makanan yang mengandung boraks, maka akan menyebabkan gangguan kesehatan yang berakibat buruk bagi metabolisme manusia.
DAFTAR PUSTAKA